aku bingung...
ragu...
bimbang...
resah...
galau dan risau...
jauh pikirku melayang
menelusuri lorong-lorong hari
ketika waktu masih di rangkulmu
aku berjalan terus tanpa henti
tiada tujuan dan arah yang pasti
ku mencoba menahan sakit ini
celah kecil penggores lara terdalam
luka merah itu kian menoreh
kubalut dengan airmata
namun, membuatnya semakin perih
jalanku semakin menjauh
menjauh dari khalayak dan hiruk pikuk
sepi dan sendiri kemudian diam
memendam rasa ini yang tak terartikan
kian menyakitkan namun menegarkan
kubiarkan semua begini adanya
tanpa tahu apa yang sedang terjadi.